Fasilitas

Film Lama yang Masih Ada di Gudang Movie Indonesia 2018

Film Lama yang Masih Ada di Gudang Movie Indonesia 2018  ini merupakan informasi tentang film yang bisa Anda baca. Apakah Anda tertarik secara budaya atau hanya mencari hiburan eksotis, film Indonesia layak untuk ditonton. Dari desa-desa tradisional pedesaan hingga metropolitan Big Durian, film-film ini menangkap seperti apa kehidupan di kepulauan yang luas dan beragam.

Dari drama hingga dokumenter, temukan film-film Indonesia berkualitas yang perlu Anda tonton sekarang. Dan berikut ini adalah film-film lama yang masih sering di nonton di Gudang Movie Indonesia 2018 :


Daun di atas Bantal

Ini adalah kisah tragis dan manusia tentang perjuangan tiga anak-anak dengan kemiskinan dan merindukan kasih sayang keibuan. Heru, Sugeng, dan Kancil tidak asing dengan kehidupan yang keras di jalanan, di mana mereka menjual ganja untuk mencari nafkah.

Film ini menggambarkan keributan sehari-hari mereka dan seringkali ilegal serta kenyataan menjadi miskin pada tahun 1997 Yogyakarta . Film yang diakui dunia internasional ini menampilkan anak jalanan lokal, bukan aktor anak, yang memberikannya rasa keaslian yang langka yang patut dicoba. Anda bisa menonton fil ini di gudang movie.

Laskar Pelangi

Berdasarkan buku bestseller dengan judul yang sama, The Rainbow Troops menjelaskan kehidupan di Belitong , sebuah pulau terpencil di Sumatera. Cerita ini berkisah tentang sekelompok anak desa dengan perjuangan sehari-hari mereka mengejar pendidikan dan mimpi lebih besar dari kampung halaman mereka.

Cerita masa kecil yang mengharukan ini juga secara halus berurusan dengan isu-isu sosial seperti kemiskinan dan korupsi dalam pengaturan sehari-hari yang tampaknya tidak berdosa. Buku dan film fenomenal ini mendorong munculnya Belitung sebagai salah satu tujuan wisata Indonesia yang sedang naik daun, dengan pantai-pantai perawan dan desa-desa menawan yang ditampilkan dalam film juga.

Berbagi Suami

Film ini bukan melodrama asmara khas Anda (tetapi itu tidak berarti itu tidak akan memicu emosi). Berurusan dengan poligami sebagai isu sosial yang relevan di Indonesia, film ini menceritakan kisah tiga wanita dengan kehidupan, usia, etnis, dan budaya yang berbeda, dengan hanya satu kesamaan: mereka semua memiliki suami yang mempraktekkan poligami. Film ini menguraikan realitas sehari-hari poligami dari perspektif perempuan dan telah menerima penghargaan secara nasional maupun internasional.