Tips

Berita Populer Indonesia Fakta Pembagian Sembako Monas Berujung Maut


Ulasan  tandaseru kali ini akan mengulas berita popular Indonesia tentang  fakta – fakta  dibalik kematian Rizky dan mahesa pada acara pembagian sembako monas.

Peristiwa naas tersebut  dialami oleh Rizky Syahputra (10) dan Mahesa Junaedi (12) setelah usai pembagian sembako oleh Forum Untukmu Indonesia,pada awalnya keduanya diduga tewas karena berdesak desakan serta dehidrasi ketika pembagian sembako.Rizky mengalami kejang setelah diselamatkan ibunya Komariah dari kericuhan pembagian sembako dan meninggal setelah dibawa ke RSUD Tarakan.

“Karena tidak mau berdesakan antri sembako,kami pergi ke stand  mengambil kupon makanan dulu.” Ujar Komariah.

Pada awalnya stand kupon makanan masih lengang namun belum sempat keduanya mengambil kupon malah terjadi desak desakan di sana dan keduanya terjebak kericuhan antrian tersebut.Melihat Rizky terhimpit dan terdesak,ia berusaha menariknya keluar kerumunan menuju bawah pohon lalu memberinya pertolongan pertama dengan memberikan air minum, namun Rizky muntah dan kejang.

“saya berusaha minta tolong tapi tidak ada satupun panitia yang dating,hingga dua anggota TNIdatang membantu membawa anak saya ke posko kesehatan.Tapi sampai disanapun tidak ada dokter yang menangani Rizky karena tidak ada peralatan dan infuse yang tersedia.”kata Komariah.Setelah dibuatkan surat rujukan ke RSUD Tarakan dengan ambulan dari panitia korban dilarikan  ke ruangan IGD dan sempat  dipindahkan ke ruang ICU sebelum dinyatakan meninggal.



Tak berbeda jauh dengan Rizky, Mahesa juga meninggal akibat kericuhan yang terjadi pada acara tersebut hanya saja Mahesa berangkat ke monas dengan temannya yang kemudian terpisah.

Junaidi  ayah Mahesa bercerita bahawa dia tidak pergi bersama anaknya karena tengah mengantar istrinya RS Pelni untuk berobat,sebenarnya dia sudah berpesan kepada Mahesa untuk tidak pergi ke Monas.Satu jam kemudian dia mendapat kabar istrinya soal  anaknya dari Akmal,teman Mahesa bahwa keduanya terpisah di monas. Kemudian Junaidi pergi ke monas mencari Mahesa,hingga akhirnya panitia mengabarinya bahwa Mahesa ditemukan petugas Satpol PP dan dibawa ke RSUD Tarakan.